Serentak… wajah semringah mahasiswa tampak, wajah-wajah yang memperlihatkan kegembiraan sesaat, karena sudah 1,5 jam mengikuti perkuliahan teori yang cukup melelahkan… sang dosen pun terlihat sedikit tertatih-tatih berusaha meyakinkan mahasiswa dengan teori – teori yang berisi konsep di dalam mata kuliah yang ia bina.., karena memang sulit untuk dapat dipahami…mulai sedikit bersinar namun seolah-oleh tetap mengeluh…Yaaah…lampu mati….!!!!
Keluar dari kelas… ternyata di depan 4 labor komputer, berkumpulan puluhan mahasiswa yang kegiatan praktikumnya terganggu akibat adanya kebijakan pemadaman bergilir diberlakukan oleh Perusahaan Pengelola Energi Listrik di negeri ini, dan ini akan berlangsung selama 3 jam ke depan, kemudian nyala lagi selama 3 jam… pemadaman ini berlangsung tiap 3 jam, sehingga persis seperti pasien yang sedang pesakitan yang harus minum obat “Lampu Mati” 3 kali sehari.
Hingga saat ini sudah ratusan milyar rupiah anggaran pendidikan di alokasikan untuk pengembangan IT dalam pendidikan, untuk merealisasikan IT-Based education… sementara hampir semua perangkat tersebut bergantung pada ketersediaan sumber daya energi listrik. Bagaimana nasib IT-Based Education ini, jika kondisi krisis energi ini masih akan tetap berlangsung untuk jangka waktu yang lama.
DIarsipkan di bawah: ICT for Teacher, IT-Based Education, My Opinion















