Nonton AAC di Angkot Padang

Kemaren sore, kebetulan karena hujan, saya terpaksa naik angkot dari Pasar Siteba ke Pasar Raya Padang… dengan setengah berlari saya coba untuk menghentikan sebuah angutan kota (Angkot) Jurusan Siteba- Pasar Raya Padang, yang akhirnya saya dapatkan sebuah angkot Kijang, yang kalo saya lihat dengan mata kepala saya, tampilannya sangat nyentrik, karena “fully accessories” dan “ceper“. Coba bayangin gimana jadinya angkot ini saat lewat di daerah “Taramdam” yang “fully of Sleeping Police” alias tanggul.

Kemudian saya mulai untuk menginjakkan kaki naik angkot, ternyata di dalamnyapun “fully accessories and audio/video system“, saya lihat pada bagian depan, ditancapkan sebuah LCD ukuran 14”, fully remote control, dibawah tempat duduk saya dan didepannya, terdapat 2 pasang speaker oval ukuran 6″, yang disusun dalam 2 box, dan yang bikin kaget lagi, dibelakangnya berjajar sebuah Subwoofer 12″, bermerek “SoundStream”, dilengkapi dengan lampu hias dan lampu disko, di atas subwofer ditempatkan dalam sebuah kabinet fiber, 2 buah capacitor bank, dan 2 buah tweeter dikedua pojoknya.

Begitu naik, saya disuguhi sebuah nyanyi “Reggae” dari albumnya UB-40 dalam tembang “Red-red Wine“, yang kemudian dilanjutkan dengan tembang “Zombie” dan “Stars” dari albumnya “The Cranberries“, saya rasa ini mungkin album kompilasi, begitu membahana dan menghibur. Cuma saya sempat berfikir, sopirnya harus punya pendengaran yang tajam untuk mebedakan suatu musik dan suara panggilan penumpang.

Tak lama kemudian, naik seorang gadis ABG, dan langsung duduk dideretan belakang supir, tak lama kemudian saya lihat langsung terjalin percakapan hangat antara supir dengannya, kayaknya mereka udah saling kenal tuh…, tak lama kemudian di Gadis ABG, bilang ama supirnya, kebetulan saya bersebelahan duduk dengannya, “Bang…udah punya film Ayat-ayat cinta (AAC) nggak?“, sopirnya bilang “Alun Diak“, “Saya punya nih bang..“, sahut di gadis, sambil menyodorin VCD “Bajakan” film AAC, karena sepengetahuan saya belum ada yang versi VCD-nya yang beredar, sejenak kemudian alunan musik terhenti, dan terdengar sopir mengganti kepingan CD menjadi VCD AAC.

Kemudian muncullah “preview” film AAC, dan sejenak hampir semua mata menuju ke layar LCD di depan, dan semuanya dengan khusuk mengikuti jalan cerita AAC.

Tak lama kemudian, naik seorang bapak-bapak seumuran 60 tahun-an, dan langsung duduk dipojok pintu naik mengarah ke depan, dan langsung asik menyaksi film AAC, yang memang lagi “in box office indonesian movie“, tidak terasa sudah 20 menit saya berada di atas angkot, saya sudah sampai di depan RS BMC (Bunda Medical Center) Padang, untuk melanjutkan perjalanan ke daerah Pasar Obat “Tarandam”, kemudian saya kembali ke daerah tempat saya turun dari angkot, dan berjalan ke arah barat sekitar 100 m, untuk menunggu angkot Pasar Raya – Siteba.

Setelah duduk sesaat dipojok jalan, ternyata, yang muncul adalah angkot yang tadi saya naiki tadi, dan saya kembali melanjutkan perjalanan pulang dengan angkot, ternyata….!!!

Saya sangat terkejut ternyata masih ada 5 orang penumpang yang sama-sama satu angkot waktu berangkat dengan saya tadi lagi asyik nonoton film AAC, termasuk si Bapak-bapak tadi…., sambil bergurau saya bertanya kepada Bapak tadi, ini udah turun di Pasar Raya atau belum?, dengan tenang si Bapak menjawab “Belum, sayang kalo turun, cerita filmnya nanggung, biar bayar ongkos angkot kan cuma Rp. 1500, sekali naik, kan jadi Rp. 3000 pulang pergi…Jarang-jarang dapat nonton bagus dengan sound system yang se-apik dan sedahsyat ini, di bioskop raya pun dengan harga tiket masuk Rp. 25.000, belum tentu sebagus ini….!!!, kan lumayan nonton film bagus cuma Rp. 3000...!!

Ternyata Padang dan angkotnya, mengandung sejuta cerita…….!!!

8 Tanggapan

  1. wow…fantastic…not bombastic..he he..
    Apa jadinya dunia..kalo kaya dengan pembajakan..
    dan apa kata dunia…kalo semua pada dibajak..film yang lagi in box office indonesian movie saja dibajak…apalagi mo bayar pajak..ogah kali yee..(nyambung nggak ya..?)

  2. wah, pak adri manta tembak kiwordnya,
    tembak terus pak😀

  3. He…he…he… lucu dan nyentrik juga pak?

  4. Sound system angkot lebih bagus dari sound system bioskop raya.

  5. assalam pak…
    itu hal yang lumrah, karena dgn pembajakan , banyak org yg terbantu misal dari segi ekonomi ga terlalu bikin kanker (kantong kering) pa lg bgi ank kost, lumayan bs hmt dana mlm minggunya…..he..he…he..kt kan tau hrg tkt bioskop lumayan mhl..and selain tu, tau aja kan msyarakat kt yang penting harga murah and kwlitas tinggi lbh bgs( kl da yang bajakan kenapa harus yang asli :-))….
    selain tu dengan ada nya kaset bajakan tersebut
    orng2 yang mempunyai keinginan dan rasa penasaran tinggi terhdp film AAC yg lagi heboh2 nya dan entah kapan mereka dapat mewujudkan keinginan tu nntn d bioskop bs terobati dgn adanya film bajakan di “angkot” tersbut walau bgi kita tu hal sepele but bgi mereka? so kita dah membantu kan walau caranya yg slh
    smua tukembali lg kpd dri kt… apakah kt senang dgn terjadinya pembajakan tsbt..klo meMAng ingin pembjkan di hapuskan tu slmnya mk kt harus merubah sikap kita.. SAYA PRIBADI SANGAT MENENTANG KERAS “PEMBAJAKNYA” TAPI HASIL DARI PEMBAJAKAN NYA TIDAK…
    GIMANA CARA MO NENTANG PEMBAJAKAN TOH KITA SELALU NIKMATI HASIL KARYA DARI PEMBAJAK TERSEBUT

    TIPS & TRIK
    KALAU INGIN BERANTAS PEMBAJAKANNYA JANGAN SEDIAKAN FASILITAS UNTUK MELAKUKAN PEMBAJAKAN AND JANGAN PERNAH MENGAJARKAN GIMANA CARA MEMBAJAK
    TAPI PEMBAJAK AND PENENTANG PEMBAJAKAN UDAH DI ADU SAMA YANG NYEDIAIN ALAT UNTUK MELAKUKAN PEMBAJAKAN

    APA bpk jg menonton film tsbt ???? ^_^
    PA BPK NONTON FILM TERSEBUT SAMPAI HABISSS?????????

    NB : BG ANDA PENENTANG PEMBAJAKAN YGNONTON FILM DIANGKOT HARAP MEMBAYAR ONGKOS LEBIH DARI TARIFNYA (he….he….)

  6. yaa.. kalo ada film baru lagi bagusnya premier-nya di angkot padang aja kali ya pak? cukup bayar ongkos n nonton spuasnya…

  7. oya, pas pulangnya bpk kbetulan naik angkot tadi ato…jangan2…

    hayoo ngaku aja pak…filmnya kan bagus…hehehe…

  8. gak bisa dipungkiri juga,, emang benar budaya membajak dan membeli bajakan udah mendarah daging di negri ini,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: