Hikmah 100 Tahun Indonesia Bangkit – Beban Hidup Masyarakat mulai terasa..!!

Indonesia Bisa…!! adalah slogan yang dikobarkan oleh Presiden RI. Susilo Bambang Yudhoyono…., semua elemen masyarakat dihimbau untuk bangkit dari “tidur panjang” (terus terang saya nggak ngerti apa yang dimaksud dengan tidur panjang oleh para elite politik kita saat ini – karena hingga hari masyarakat masih terus mengais rezeki ditengah kebijakan elite politik yang tidak berpihak kepada mereka )… lebih jauh dalam pidato kenegaraan tersebut, dinyatakan bahwa terdapat tiga kekuatan yang membuat Indonesia tetap berdiri tegak hingga saat ini, antara lain : Semangat perjuangan yang tinggi, bersatu sebagai bangsa, berat sama dipikul dan ringan sama dijinjing dan mampu beradaptasi ditengah perubahan… sungguh suatu bara api pelecut semangat yang bisa membakar jiwa dan raga kita untuk senantiasa bertahan hidup dan tegak sebagai bangsa yang berdaulat dan dihormati dunia. Pidato Kenegaraan ini selngkapnya dapat di download di sini

Sekarang kita lihat kenyataan ditengah masyarak kita realitas yang sesungguhnya…??? Beberapa hari setelah kobaran semangat terpatri disanubari bangsa Indonesia, untuk bersama-sama bangkit mengatasi semua persoalan bangsa ini, muncul kebijakan, yang dinyatakan oleh Sri Mulyani – MenKeu, sebagai kebijakan yang menyakitkan (kalo memang sakit kenapa harus diambil…??? ya nggak? karena hingga saat ini orang yang waras, tidak akan mengambil tindakan yang menyakitkan) dengan mengambil opsi menaikkan harga BBM, maka ketiga kekuatan tersebut seolah-olah berpaling dari masyarakat kita….! padahal beberapa kebijakan lain bisa diambil…misalnya : 1) Mergerkan kembali Propinsi dan Kabupaten yang telah dimekarkan….karena ini adalah kebijakan pertama yang diambil oleh elit politik kita setelah reformasi bergulir, yang saya nilai hanya akan menambah beban negara, berapa jumlah Gaji gubernur dan bupati yang baru lahir (kalo seorang Gubernur bergaji Rp. 100 Juta (kecil kali ya…?), maka sudah ada Rp. 600 Juta pengeluaran negara betambah tiap bulan, belum lagi gaji Bupati, dan anggaran dana taktis yang harus disiapkan negara buat mereka), berapa anggaran infrastruktur (barangkali yang ini tidak masalah, karena toh nanti juga akan dibangun)…, yang jelas saya lihat dibalik pemekaran ini, ada misi para elite politik kita untuk memperlebar dan memperluas praktik politik yang mereka miliki yang selaman ini terpendam. Opsi 2) memangkas pendapatan dan gaji pokok pejabat negara, bayangin seorang direksi BI, bisa berpenghasilan hingga Milyaran rupiah…. mau diapain duit sebanyak itu bo..!! sementara tetanggamu masih banyak kelaparan… tapi kejadian sebaliknya, semua pejabat berlomba untuk minta naikkan gaji…aneh bin ajaib… katanya negara sedang susah, kok malah minta naik gaji… mereka meneriakkan yel-yel cinta bangsaku… padahal sesungguhnya… cinta bank …saku..!, Opsi 3) memberhentikan semua direktur lumbung penghasilan negara (baca BUMN) yang tidak becus dalam mengelola usahanya, sehingga membuat negara merugi terus menerus…jangan dijual ke negara asing…!!!, kemudian mengkaji ulang besar gaji yang harus dibayarkan kepada mereka. Opsi 3) Semua pejabat negara yang mengaku dan merasakan kebijakan yang diambil adalah pahit, dengan penij kesadaran mengundurkan diri, daripada menyakiti masyarakatnya…. ini baru pejabat yang bijak namanya….belajar lah dari pejabat negara maju yang dengan senang hati mengundurkan diri karena kegagalannya, kalau tidak maka Indonesia tidak akan pernah menjadi negera maju (tapi opsi ini saya lihat mustahil akan terjadi…. susah lo buat dapatin jabatan saat ini…belum lagi berapa modal yang telah dikeluarkan)

Sekarang dengan tiga semangat yang kita miliki, mari kita maknai dan renungi satu persatu : 

Semangat perjuangan yang tinggi : Rakyat mesti berjuang lebih kuat lagi untuk mempertahankan hidupnya, walaupun sudah seantero nusantara masyarakat menjerit, bahwa beban hidup dengan kondisi yang ada saat ini sudah teramat berat, jangan ditambah berat lagi dengan beban yang baru… semua kebutuhan pokok mayarakat hilang dipasaran, tetapi elite politik kita seakan berdiam diri, dan tidak peduli dengan nasib rakyat ini… malah diantaranya manikmati gelimang hidup mewah dengan berfoya-foya…dan beberapa diantaranya tertangkap oleh aparat bersama wanita penghibur… masihkah kepada mereka kah kita akan menggantungkan nasib? sehingga slogan Indonesia Bisa..! akan lebih tepat ditambahkan dengan Indonesia Bisa hidup susah, Indonesia Bisa hidup menderita… tahu kanapa? Karena kita adalah bangsa yang berpangalaman dalam penderitaan… 350 Tahun menderita hidup dibawah jajahan Belanda, 3 Tahun menderita dibawah penjajahan Jepang, 20 Tahun susah hidup bersama orde lama, 32 Tahun dibawah bayangan orde baru, dan 10 Tahun dibawah panji mulia Reformasi, yang dikhianati….!!! Masyarakat sadar bahwa teriakan mereka tidak akan di dengar… sebagaimana dulu 350 tahun juga tidak didengar oleh Belanda… maka lebih baik dengan semangat juang yang tinggi berjuang untuk mempertahankan hidup ini…!! walaupun di cap sebagai pengemis, gelandangan, gembel, pemulung sampah… yang penting berjuang untuk hidup. 

Semangat bersatu sebagai bangsa, berat sama dipikul dan ringan sama dijinjing, semangat ini telah sama-sama kita buktikan pada saat merebut, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan, tetapi kemudian setelah itu… semangat ini hanya menjadi bagian kehidupan masyarakat… elit politik tidak mau lagi bersatu dengan rakyat jelata, berat sama dipikul sudah tidak ada lagi…. coba kita lihat, setiap kebijakan kenaikan BBM diumumkan kepada masyarakat, selalu yang menjadi alasan adalah seiring dengan meningkatnya harga minyak dunia, maka beban subsidi negera untuk BBM juga akan naik, yang semula hanya xxx triliyun rupiah naik menjadi xxx triliyun rupiah dan ini berdampak terhadap anggaran negara.., tetapi tidak pernah dibicarakan dan disampaikan kepada masyrakat berapa keuntungan yang diperoleh negara sebagai penghasil minyak dari kenaikan harga minyak dunia….??? pernahkah anda dengar penjabat negara yang menyampaikan ini? jawabnnya adalah…. never…!!! Tahu kita kenapa?? Bahkan Pertamina pun sebagai penikmat hasil kenaikan BBM, seakan-akan diam seribu bahasa….!!, seharusnya Pertama sudah saatnya untuk melakukan reformasi kebijakan…. Coba bayangin, anda Pertamina bukan lagi perusahaan yang baru lahir kemaren, tapi sudah 40 Tahun, sejak tahun 1968, sebagai hasil merger dari PN Pertamin dan PN Permina menjadi PN Pertamina, tetapi Pertamina idak pernah berubah… anda jual minyak mentah, beli minyak olahan…, harusnya selama 40 tahun Pertamina sudah sanggup dan mampu untuk membeli dan melakukan alih teknologi pengolahan minyak, sehingga kita tidak perlu menjual murah dan membeli mahal, ibarat petani, maka Pertamina adalah Petani yang doyan jual Padi, kemudian untuk makan beli Beras…., mudah-mudah dengan 100 Tahun kebangkitan ini, Pertamina kita akan berbenah untuk melakukan aliha teknologi ini. Sejarah singkat Pertamina selengkapnya dapat anda baca di sini

Mampu beradaptasi ditengah perubahan, yang satu ini barangkali tidak perlu kita kuatirkan lagi kamampuan masyarakat kita, pada saat terjadi perubahan harga minyak dunia, maka pemerintah langsung beradaptasi dengan perubahan tersebut dengan manaikkan harga BBM dalam negeri, bagi masyarakat juga ahlinya beradaptasi, semuka mereka menanam padi, maka sekarang mulai menanam ketela pohon (maklum BBM dan Pupuk sama anehnya – berlomba raib dipasaran, kemudian ketika meuncul tampil dengan harga baru), dengan ketela pohon, cukup distek, tancapkan ke tanah, siram dengan do’a, kemudian dapat dipanen, dan dinikmati dengan ongkos yang minimal… hebatkan…!! ini polah adapatasi terhadap perubahan yang kita lihat…!!

Gimana tidak jadi demikian…. satu hari setelah BBM naik, efeknya langsung kelihatan, sayuran yang semula hanya Rp. 1000,- per ikat, sekarang jadi Rp. 1.500, karena ongkos transportasi juga naik…dan semua jenis barang dan bahan pokok kehidupan berlomba untuk naik… dan tidak lama lagi juga akan diikuti dengan kenaikan tarif dasar listrik… PLN ngaku kalo Diesel pembangkitnya tidak akan nyala kalo tidak dipasok BBM, dan BBM kan udah naik, masa listrik tidak naik, nanti bisa rugi dong PLN-nya…!!

Itulah sepenggal cerita tentang makna 100 Tahun Indonesia bangkit…. Indonesia Bisa..!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: