Akhirnya…BBM, PLN atau Melindungi Hak-hak Konsumen…?

Akhirnya mulai terbukti, belum cukup 15 hari “keputusan pahit” diambil oleh pemerintah dengan manikkan harga BBM, khususnya kenaikan signifikan terjadi pada BBM jenis Bensin dan Solar pengaruhnya mulai merambah ke sektor lain, dan ada kemungkinan beban hiduppun semakin melonjak naik.

Sektor yang paling real terasa dampaknya adalah sektor yang menangani mobilitas masyarakat, yang ditandai dengan naiknya tarif transportasi, yang hingga hari ini pemerintah masih belum mampu bertindak tegas terhadap semua armada angkutan umum yang manaikkan tarif angkutan secara sepihak dan tidak mamatuhi rambu-rambu kenaikan tarif yang telah ditetapkan pemerintah yang berkisar antara 15 – 20 % maksimal.

Di kota Padang, sejak satu minggu terakhir ini, dampak lain mulai muncul…. dan gejala ini sudah bisa dipastikan saudara sekalian bisa menebaknya….. “Tiba-tiba Lampu Mati“, kalo dipinjam bait lagu dangdut “Mati Lampu”, barangkali bagi sebagian orang ini mengasyikkan… tapi bagi sebagian orang lain yang roda kehidupannya bergantung pada adanya energi listrik ini….Ampun maaakk, jangan ditanya lagi deh…!!!???.

Yang menarik adalah pihak yang bertanggung jawab tehadap kebutuhan penerangan (maaf bukan Departemen Penerangan) masyarakat ini, melakukan aksi pemadaman lampu bergilir, tidak diiringi dengan perilaku yang bijak dan sapoan sebagai penghargaan kepada pelanggan… tetapi tanpa hujan badai… tanpa angin ribut… tanpa topan…tanpa gempa… ataupun tsunami… tiba-tiba cess…. “Gelap deh…!!!“, dimanakah letak tanggungjawab sosial yang diemban oleh PLN… yang seakan-akan tidak mengkaji bagaimana dampak kerugian bagi masyarakat luas…, masih mending kalo ada informasi awal, kita kan bisa beres-beresin pekerjaan dulu, nah pas lampu mati kita tinggal santai dan go to sleep..deh..!.

Di sisi lain… pada saat seorang konsumen meminta dan memelas kepada pihak PLN bahwa hari ini (misalnya jatuh pada tanggal 20) dia tidak punya uang untuk bayar tagihan listrik…. apa yang kita dapat…? Never Mind… Nggak ada Duit Sekarang, besok atau lusa Denda siap menunggu…! inilah barangkali wujud dari Monopoli Indonesia Power, sehingga anda.. mau ngadu kemana pun toh akhirnya balik lagi ke PLN… paling ngadunnya sama lilin, lampu minyak, lampu petromax dan berbagai jenis penerangan darurat lainnya..!

Barangkali harusnya pemerintah mulai berfikir untuk membuka peluang sektor swasta untuk ikut berpartisipasi dalam bisnis penerangan ini….!! Contoh nyata sudah cukup banyak… pada saat sektor komunikasi di privatisasi dan keran dunia swasta untuk berpartisipasi dibuka lebar… Telkom yang dulu sebagai The Great One, hari ini sudah mulai bersikap lebih ramah kepada pelanggannya, bahkan berusaha membujuk pelanggannya untuk tetap setia menggunakan produk Telkom, yang kalo zaman dulu ini mustahil akan terjadi.

Kalo kita lihat, secara geografis Sumatera Barat adalah daerah yang paling kaya dengan potensi air, memiliki 4 buah danau besar, yang jika analisis dampak lingkungannya dikaji secara matang, maka daerah ini menjadi raksasa penghasil energi listrik dengan PLTA-nya… tapi apa kenyataannya, ternyata setiap hari kita harus siap dikejutkan dengan kehadiran “Penguasa Kegelapan” .

Kalau tahun ini hasil UAN siswa-siswi di Sumatera Barat tidak sebagus tahun lalu…, barangkali ada orang tua siswa yang menganggapnya wajar… karena anaknya tidak bisa belajar semalam… karena “LAMPU MATI…..!!!” , bulan Juni dan Juli ini adalah bulan-bulan yang penuh dengan kesibukan ujian, hampir disemua lembaga pendidikan mulai Pendidikan Tingkat Dasar, sampai Pendidikan Tinggi…. apa jadinya… jika Lampu MATI…!!

Ternyata alasan  klasik kembali muncul…bahwa sistem pemadaman bergilir terpaksa diambil, sebagai Keputusan yang Pahit (minjam istilah elite politik kita),  karena sumber energi minyak sebagai penggerak pembangkit DIESEL PLN tidak sesuai lagi dengan anggaran, sehubungan dengan adanya kenaikan harga BBM….. Solusinya…??? tebak aja sendiri deh…. apalagi kalo bukan berbagi penderitaan bersama pelanggan setia PLN… mari sama-sama kita sinsingkan lengan baju untuk membantu PLN dalam menanggulangi anggaran pembangkit melalui programKenaikan Tarif Dasar Listrik“.

Semoga sedikit tulisan ini, dibaca oleh pengambil kebijakan di Indonesia Power – PLN, dan dengan hati terbuka setelah melihat penderitaan rakyat jelata ini, tidak tergoda untuk menaikkan tarif dasar listrik ini. Tetapi kemudian mencari solusi lain, tanpa harus menambah beban hidup rakyat.

Terima kasih disampaikan kepada Presiden RI, Jajaran Direksi Indonesia Power,Menteri yang terkait atas kebijakannya untuk tidak menjadikan kenaikan tarif dasar listrik sebagi pengikut setia kenaikan harga BBM.

2 Tanggapan

  1. itulah indonesia pak,
    mau gimana lagi,

    tapi klo telkom emang betul yang bapak bilang,
    kemarin saya ke telkom mau migrasi Speedy saya dari volume based ke Time based,
    CS nya ramah bener pak, bikin pelanggan betah pak
    *CS nya cakep juga pak* hehehehe…😀

  2. PLN kerjanya gak profesional, masa meteran rusak, pembayarannya ditaksir saja. Benar2 merugikan pelanggan. Kata taksir itupun saya dengar langsung dari pegawai PLN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: