E-Learning dengan Open Source… siapa takut..!!

Adri…, kamu ngerti nggak yang open source itu apa?, kan nggak aman, capek-capek mengembangakan sistem e-learning, ternyata kemudian tidak aman, hancurkan semua usahamu selama ini?

(adalah sepenggal diskusi saya dengan salah seorang teman pengembang e-learning).

Percakapan tersebut sudah terjadi sekitar 4 tahun yang lalu, tahun 2004, ketika saya mulai menggunakan Moodle dalam membuat sistem LMS untuk kebutuhan e-learning. Konsep dasar pemanfaatan open source dalam pengembangan e-learning saya peroleh ketika  mengikuti pelatihan “Komunikasi Data berbasis Open Source” yang diselenggarakan oleh DP2M Dikti berkerjasama dengan Departemen Ilmu Komputer IPB Bogor, 19 Juli – 2 Agustus 2004 di kampus Baranang Siang (kalau dalam bahasa Padang artinya : Berenang siang), menjadi awal kemesraan saya dengan teman-teman di IPB Bogor, semisal pak Heru Sukoco, Mas Firman Ardiansyah, Ridha, dinda Muhammad Arif dan banyak teman lainnya.

Semula Moodle yang saya kembangkan digunakan hanya untuk kebutuhan Intranet di Jurusan Teknik Elektronika FT UNP Padang, namun pada akhirnya setelah terjadinya pergerakan perubahan ICT di UNP, sistem ini online  pada alamat http://elearning-elka.unp.ac.id/, yang kemudian berturut – turut beberapa sistem LMS untuk online learning lainnya saya kembangkan kembali di kampus UNP, diantaranya LMS di FT UNP Padang pada alamat http://elearning-ft.unp.ac.id, kemudian e-learning di Pascasarjana UNP Padang pada alamat http://elearning-pasca.unp.ac.id. Semua sistem tersebut tetap saya bangun menggunakan Moodle sebagai core sistemnya.

Alhamdulillah sejak dipublikasikan hingga saat ini, selaku administrator, saya belum menemukan kendala yang signifikan, dengan satu persyaratan, senantiasa untuk meng-update dan peng-upgrade sistem Moodlenya, dan jangan lupa untuk ikut dalam forum komunitas Moodle. Pengalaman saya selama bergabung dengan komunitas ini, setaiap kali ditemukan bug di dalam sistem Moodle, informasi tersebut langsung masuk ke email, dan kemudian fix bug-nya tinggal kita ikuti atau segera di upgrade ke sistem terbaru Moodle.

Beberapa  keuntungan utama yang saya rasakan selama menggunakan dan mengembangkan sistem berbasis open source, antara lain :

  1. Saya tidak perlu mengeluarkan dana sepersen pun untuk mengembangkan semua sistem e-learning yang telah saya buat, yang penting kantor menyediakan sebuah PC terkoneksi ke Internet plus makan siang, sekantong makanan ringan…( paling cuma Rp. 50 rb-an)
  2. Dari sisi keamanan sistem, dengan senantiasa ikut beraktifitas di dalam milis dan komunitas Moodle, hingga saat ini persoalan bug dapat di atasi dengan segera.
  3. Saya tidak sipusingkan dengan segala macam tetek bengek kwitansi pembayaran ke vendor (ini yang terpenting, karena jika anda menggunakan Macromedia Breeze, LMS dari Microsoft dengan harga 100 juta-an, siapin aja tim pelaksana tender yang tangguh, supaya bisa menjadi penunjukkan langsung).
  4. Hati tentram, jiwa tenang dunia akhirat, karena tidak melanggar hak cipta dan hal kekayaan intelektual

Mudah-mudahan dengan sedikit nukilan ini, open source akan semakin populer di Indonesia.

3 Tanggapan

  1. terus..berkreasi pakkk…salutt sama bapakk…maju terus IT INDONESIA………..

  2. Trims atas dukungan semangatnya Anggara

  3. Aslamualkm Pak…
    Pak, masih ingat dengan Asisten Labor Jayanusa Pak???
    saya Raja pak, bapak biasa manggil saya dengan sebutan Jaka…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: