Antara Hoby dan Kegilaan

Dunia digital ternyata memang sangat menarik untuk tidak di tinggalkan….!!! Dunia digital bisa bikin orang jadi gila..itu salah satu ungkapan yang disampaikan oleh my mother in academic (Dosen senior yang sudah saya anggap orang tua saya sendiri)…!! Beliau mengungkapkan begini (…alah tu Adri..jan jadi gilo komputer ka komputer juo diparancak…jan laptop ka laptop juo dibali…handphone jan diganti juo taruih…= Sudahlah Adri, jangan kami jadi gila…komputer aja yang terus di perbaharui…jangan laptop juga yang dibeli…handphone jangan diganti terus ) dan masih banyak lagi larangan lainnya, dengan tujuan agar saya dapat lebih berhemat dalam mengelola keuangan…!!

DSLR-A300_wSAL1870Namun saya tetap saja mempunyai seribu alasan untuk menjawab larangan itu, tapi akhirnya dapat saya buktikan… pernah saya jawab begini : Komputer itu bagi saya ibarat cangkul bagi petani… dengan inilah saya dapat memperoleh tambahan penghasilan, wajar kalo ada sedikit invertasi untuk perlengkapan pencari uang…., dengan laptop saya bisa menulis dimana saja, bisa melakukan training dan presentasi makalah dan banyak alasan lainnya… terus kalo handphone, kita mau memprospek orang lain agar bersedia bekerjasama dengan kita, namun dari penampilan dia lihat sarana komunikasi aja masih HP butut..kan nggak lucu jadinya, hanya gara-gara HP rencana prospek jadi gagal…he..he..!

VariAngleLCD3Namun dibalik itu semua saya masih punya hobi lain dengan dunia digital…walaupun masih termasuk dalam kategori amatir..namun mahir nyetir…yaitu dunia Digital Fotografi, sarana yang dapat digunakan sebagai pengabadi momen yang pernah dilewati…

Lagi-lagi kegilaan saya muncul… pada saat Sosialisasi Program Beasiswa Pendidikan Luar Negeri dan Program Sandwich dari DIKTI Jakarta di Hotel Rocky Padang, 25 Agustus 2008 yang lalu, salah seorang presenter menyatakan :

“…jangan lupa bawa Kamera Digital dengan Kualitas yang baik…ingat momen bapak/ibu ke luar negeri belum tentu akan terulang untuk kedua kali…”

Saya terjemahkan…bahwa saya harus membawa Kamera Digital dengan Kualitas terbaik…dan salah satu angan-angan saya selama ini adalah memiliki sebuah kamera digital yang termasuk dalam kategori SLR (Single Lense Reflect…), walaupun yang ukuran saku Nikon L4 udah ada…namun untuk momen yang sebesar ini…saya tidak ingin kecewa dikemudian hari…!

DSLR-A300_wVG_LCD_2Karena pernah dulu pada saat pertama memiliki Nikon L4, saya gunakan untuk mengabadikan momen yang saya ikuti, Program Seminar dan Strategi Bisnis ICT bersama dengan teman-teman dari U18XP di Hotel Marbella Anyer – Banten Juni 2006…, ternyata seorang sesepuh U18XP membidikkan Nikon DSLR D40 sedangkan teman yang lain menggunakan Canon EOS Series..( saya nggak ingat serinya yang jelas saat itu harganya sekitar 12 Juta-an, sedangkan kamera saya hanya 1,8 Juta) …lalu saling membanggakan diri dengan kualitas hasil bidikan kameranya masing-masing dan memuji bahwa Nikon saya lebih baik..yang lain bilag Canon EOS lebiuh tajam. Akhirnya kerjaan saya nggak jadi ikut membidik..namun mempersiapkan senjata berupa sebuah Flash Disk dengan ukuran 1 GB..dengan target utama Copy File…!!

Sejak saat itu…saya sangat berkeinginan untuk dapat memiliki sebuah kamera digital sekelas SLR….!!!

sony-alphaKebetulan sebelum keberangkatan ke London, saya sempat mampir ke pusat toko elektronik Mangga Dua dan Glodok untuk melihat-lihat barang yang bagus… saya coba Nikon D40, dengan banderol 4,6 Jt, cuma resolusi hanya 6 MP, seri D40X, D60 dan D80 cukup pantas untuk dijadikan pilihan…namun harga masih kurang bersahabat, mencapai 9 Jt-an dengan resolusi tertinggi 10 MP. Kemudian saya coba mencari Canon EOS…waduh..ternyata harganya lebih tidak bersahabat lagi, tapi kemudian ada yang sedikit lebih murah dengan resolusi 10 MP, Olympus, 5,5 jt…tapi Body doang…ditambah lensa 2,7 Jt..artinya jadi 7,7 jt…keputusan belum diambil….!!

Saya coba naik satu lantai lagi di Mangga Dua tepatnya di Lantai 3..saya temukan sentral Digital Photography, yang dengan puas saya dapat mengecek satu persatu harga kamera DSLR, dari berbagai merek (Nikon, Canon, Pentax, Olympus dan Sony), dengan resolusi bervariasi antara 6 – 14.5 MP. Setelah diamati dan diperhitungakn dari sisi harga, resolusi, teknologi yang ditawarkan, fleksibelitas penggunaan dan tentunya ukuran kocek.

Akhirnya setelah saya rasa cukup, pilihan saya jatuh ke Sony Alpha 300K, dengan resolusi 10,2 MP, memori FD 4 GB, ditambah dengan Lensa 18-70 mm, dengan harga yang cukup menawan 6 jutaan ditambah beberapa bonus, dan merupakan senjata yang akan saya gunakan untuk mengabadikan momen yang mungkin saja benar hanya terjadi sekali dalam seumur hidup…Keputusanpun diambil…momen ini harus saya abadikan dengan senjata yang mumpuni…!

2 Tanggapan

  1. […] Dunia digital ternyata memang sangat menarik untuk tidak di tinggalkan….!!! Dunia digital bisa bikin orang jadi gila..itu salah satu ungkapan yang disampaikan oleh my mother in academic (Dosen senior yang sudah saya anggap orang tua saya sendiri)…!! Beliau mengungkapkan begini (…alah tu Adri..jan jadi gilo komputer ka komputer juo diparancak…jan laptop ka laptop juo dibali…handphone jan diganti juo taruih…= Sudahlah Adri, jangan kami jadi gila…komputer aja yang terus di perbaharui…jangan laptop juga yang dibeli…handphone jangan diganti terus ) dan masih banyak lagi larangan lainnya, dengan tujuan agar saya dapat lebih berhemat dalam mengelola keuangan…!! Baca lebih lanjut » […]

  2. this stuff really rocks, nikon are my favourite, best regards

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: