Ketika Guru ber – IT….!!

Rasanya saya pingin untuk menjemput kembali masa-masa remaja saya yang telah berlalu hampir 15 tahun yang lalu…., menjemput sebuah kebiasaan yang akhirnya harus saya nafikan karena sudah kelewat kecantol ke dunia ICT….!!! Beberapa penghargaan pernah saya peroleh dalam menulis karya-karya sastra dan seni… baik dalam bentuk cerita singkat di Mading sekolah, Naskah Drama, Lukisan hingga Kaligrafi….!!! Salah satu rumah saudara saya yang perempuan, saya bikin penuh dengan tulisan kaligrafi dari kaca dan kanvas…. dan hingga hari ini jika saya berkunjung ke Jakarta, semua kaligrafi itu mengingatkan saya akan semua darah seni yang telah lama saya coba menguburnya….

Keinginan itu muncul ketika sebuah novel laris muncul ke permukaan dan menjadi audisi film terfavorite dalam pemilihan salah satu bintang yang akan memerankan tokoh utama dalam film tersebut…ya apalagi kalo bukan “Ketika Cinta Bertasbih” karya bung Habiburrahman… dan kebetulan salah seorang mahasiswi saya  di Program Studi Teknik Informatika dan Komputer lolos dalam proses audisi di Padang hingga saatnya saya berangkat ke London, proses audisi di Jakarta masih berlangsung…

Bagaimana sekiranya… novel tersebut menjadi “Ketika Guru Ber-IT”, melihat bagaimana lambannya impelemenasi IT dalam dunia pendidikan kita, sulitnya bagi guru beradaptasi dengan teknologi baru, merasa akan menambah pekerjaan- toh tanpa IT-pun selama ini masih tetap bisa ngajar… dan masih banyak lagi fenomena yang sangat menarik untuk kita lihat pada saat IT mulai di adopsi sebagai pelengkap dan penyempurna dunia pendidikan.

Bagaimanapun..guru adalah tokoh sentral dalam proses konsruksi pengetahuan dan keterampilan bagi anak didik, sehingga melek teknologi merupakan salah satu keharusan yang dimiliki oleh guru0gur kita, agar kia tidak lagi menjadi negara yang hanya selalu berlari mengejar keteringgalan dari belakang…. dan kemudian mengenang sejarah masa lalu…tentang kejayaan kita…!!

Tahun 60-an hingga 70-an, Indonesia melakukan ekspor kekayaan intelektual ke Malaysia, dengan mengirikan ribuan tenaga gurunya ke Malaysia, sebagai usaha Malaysia dalam mengejar ketertinggalan pendidikannya dari Indonesia… 40 tahun sudah berlalu, bagaimana hasilnya sekarang? Rasanya sudah waktunya kita berbenah diri…lupakan masa lalu…hadapi masa depan..kejar segala ketertinggalan….!!!

Melalui beberapa kegiatan training yang telah dilakukan selama ini, dalam rangka untuk melakukan penetrasi ICT dalam pendidikan di sekolah-sekolah dapat dilihat ternyata masih banyak hasil dari kegiatan tersebut belum memberikan dampak yang signifikan, kecendrungan yang terjadi adalah kebanyakan agenda pelatihan itu hanya menjadi sarana berlibaur dan berekreasi… ketika sebuah training menuntu suatu kewajiban tugas yang harus dikerjakan, maka kecendrungannya jumlah peserta sedikit….!!

Oleh karena itu mari kita mulai menganalisa kembali… siapa yang salah dan siapa yang keliru…? Mungkinkah pola pelatihan yang kurang berkenan? ataukah manajemen proyek pelatihan yang cendrung terkesan mendadak dan dipaksakan? Ataukan memang guru kita tidak ingin mengalami perubahan? Mari kita cari bersama-sama jawabannya.

Satu Tanggapan

  1. Saya setuju dengan gagasan bapak mengenai pentingnya IT dlm dunia pengajaran, juga tentang fenomena kegiatan training yg cenderung lebih ke arah formalitas belaka (terlebih ungkapan : “ketika guru ber IT”… Hanya saja persoalannya tdk sesederhana itu, dunia guru memang berwarna warni dan tdk mudah utk diseragamkan. Para guru entah senior atau yg junior kadang tdk sama persepsinya tentang penggunaan IT dlm pekerjaan mrk sebagai guru. Tingkat kebutuhan terhadap IT dipercaya memiliki korelasi kuat dgn tingkat kemampuan beradaptasi, kapabilitas dan minat serta motivasi para guru. Maksud saya, IT bukan segalanya, hanya sekedar alat… di tangan orang (guru!) yg tepat, IT akan mampu membuat perbedaan yg signifikan terhadap mutu pembelajaran. Tapi tanpa IT pun seorang guru mampu berbuat banyak bahkan bisa lebih bermanfaat dibanding yg IT minded. Demikian seadanya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: