Lagu Nasional Ku

Barangkali ini adalah salah satu sugesti yang saya terima selama mengikuti program Ph. D Mentoring Programme di Institute of Education (IOE) University of London, tentang bagaimana menjadikan lagu nasional sebagai cambuk dalam menjalani kehidupan ini.

Sugesti ini saya terima, ketika kami dikunjungi oleh pejabat berwenang dari Departemen Pendidikan Nasional, antara lain Bapak Surya dan Bapak Joko. Dari beliau berdua saya memperoleh cukup banyak kisah dalam menjalani studi di Luar Negeri. Pak Surya menjalani studi di Amerika selama 6 tahun dengan membawa isteri dan 4 orang anak, sedangkan pak Joko studi di Perancis.

Persis sama dengan apa yang saya alami saat ini, bagaimana pahit dan susahnya ketika Rupiah di bawa ke negeri orang, apalagi negeri dengan standar hidup yang sangat tinggi…bayangin sekedar untuk buang air kecil di toilet umum, saya harus membayar 50 Pence (0,5 Pound = Rp. 9.500,-), sementara di Jakarta, paling mahal cuma Rp. 1.000,-.

Sehingga berbagai cara untuk bertahan hidup dalam studi agar dapur tetap berasap-pun dilakukan, mulai dari membeli makanan yang bukan termasuk makanan manusia (karena umunya mareka makan roti dan keju) tetapi makanan yang disediakan untuk hewan peliharaan, seperti Kucing antara lain ikan teri, ampela, hati, ceker ayam dan bahan makanan sejenisnya mereka lakukan, sehingga penjaga toko keheranan, asal orang Indonesia datang belanja pasti semua persediaan makanan untuk hewan peliharaan diborong habis….(dalan pikiran mereka orang Indonesia memang sangat mencintai hewan peliharaan)…..padahal kemudian semua makanan itu di masak untuk djadikan lauk pauk pada saat makan…siapa sih anak sekolahan yang tidak kenal dengan ikan teri, apalagi kalo dikawini maka kacang tanah..plus sedikit sambal…wah nikmat sekali…

Tapi ada hal lain yang sangat menarik bagi saya… beliau mengungkapkan, bahwa dalam studi ini kita harus mengenal tiga lagu nasional :

  1. Pada saat studi ini kita harus menyanyikan lagu “Maju Tak Gentar”…apapun kondisi dang keadaan susah yang terjadi, semua harus hadapi dengan tabah dan tegar.
  2. Setelah pulang kembali ke Indonesia, maka lagunya harus di ganti dengan “Padamu Negeri”, memberikan pengabdian terbaik bagi nusa dan bangsa yang tercinta ini.
  3. Pada masanya baru kita akan menyanyikan “Di sini senang di sana senang”.. setelah kesuksesan di raih, baru sama-sama kita menyanyikan lagu yang sangat favorit ini.

Bagi saya , walaupun semua itu diungkapkan oleh beliau sebagai gurauan, namun sesungguhnya bermakna teramat dalam… sebagai seorang anak bangsa….!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: