Jika Otak Einstein bisa di Re-use

Pengawetan tubuh manusia telah dimulai sejak ribuan tahun sebelum masehi, hal ini terbukti dengan ditemukannya tubuh-tubuh yang masih utuh di dalam Piramida dan patung Sphinx yang ada di Mesir… terlepas dari kajian manusiawi atau tidak manusiawinya, namun ini adalah budaya yang ada di Mesir sebagai bukti pengabdian kepada keluarga raja-raja Mesir kuno. Setelah dua millenium berlalu, ternyata hingga saat ini belum ada seorang manusia modern pun yang mampu melakukan pengawetan sebagaimana yang telah dilakukan oleh masyarakat Mesir dahulu kala.

Baru beberapa tahun belakangan ini dengan ditemukannya sistem pengawetan dengan teknologi modern, pengawetan tubuh manusia dilakukan hanya untuk kepentingan kesehatan dan keselamatan manusia. Sebutlah misalnya pengawetan hati, jantung, mata untuk transplantasi bagi pasien yang membutuhkannya yang disimpan di beberapa rumah sakit ternama yang ditunjuk sebagai Bank penyimpanannya.

Sekarang muncul pertanyaan kita? sebagai manusia yang luar biasa pintar, hingga saat ini Einstein masih tetap menjadi fenomena dan beberapa temuannya masih tetap dikaji dan dibahas oleh fisikawan di seantero dunia, khususnya teori tentang Relativitas yang terkenal dengan rumus  E = m.c2 (kuadrat).

Stephen Hawkingpun sebagai fisikawan tertua yang masih hidup, masih harus menjelaskan kembali konsep relativitas ini di hadapan ratusan profesor Fisika di MIT (yang tersebut dengan gudangnya scientist dan tekhnokrat), karena belum adanya temuan terbaru yang dapat membuktikan konsep yang dikemukakan Einstein puluhan tahun yang lalu.

Ketika Einstein harus hijrah ke alam kesendiriannya di alam baka sana, semua orang sibuk untuk menelaah kembali temuan-temuan dan pemikiran-pemikiran yang dikemukakannya… satu persatu mulai terbukti dan digunakan oleh banyak orang dalam bidang energi dan fisika, sebutlah konsep tentang Atom yang diungkapkan Einstein, yang telah dijadikan sebagai alternatif energi tenaga nuklir.

Dari sisi arkeolog, berbagai usaha dilakukan untuk menemukan kembali rmus-rumus dan bahan baku yang digunakan oleh masyarakat Mesir kuno dalam mengawetkan mummy, namun belum memperlihatkan hasil yang menggembirakan… saya melihat dari banyak koleksi yang dimiliki oleh British Musseum, koleksi terbesar dan terbanyak adalah hal-hal yang berkaitan dengan Mesir dan budaya kunonya, termasuk beberapa buah Mummy yang masih terbungkus rapi….!!

Andai saja kita tidak sedikit terlambat dalam menemukan rumus dan bahan pengawetan tersebut, dalam menemukan teknologi mutakhir transplantasi dan pengawetan organ aktif tubuh manusia, barangkali seorang Einstein masih akan tetap hidup ditengah-tengah kita dan kepintaran otaknya dapat di transplantasikan ke kepala orang-orang modern saat ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: