Layu sebelum berkembang…!! ICT bagi Guru

Kini hancur berderai…kesedihan berantai…kuncup dihatiku………..

Secercah harapan peningkatan kualitas pembelajaran dengan memanfaatkan ICT sempat muncul, ketika sebuah vendor ICT tekemuka di dunia memperkenalkan suatu model pemanfaata ICT bagi kepentingan proses belajar dan mengajar bagi guru yang di kenal dengan “Intel Education”….sebuah nama yang sangat tidak asing lagi kredibilitasnya dalam memajukan dunia digital ini.

Ketika kurikulum tersebut diimplementasikan di beberapa negera berkembang…semuanya sukses luar biasa, sebutlah India, China, Philipina, Malaysia bahkan Vietnam, telah berubah menjadi negara-negara Asia terdepat di bidang ICT dan terapannya dalam dunia pendidikan, tentunya dengan komitmen yang tinggi dari pengambil kebijakan pendidikan nasional di masing-masing negara.  

Tahun 2007, Indonesia tersentak dengan kemajuan pesat negara-negara di sekitarnya (yang ternyata tanpa perlu memproklamirkan diri, telah memanfaatkan Training ICT ala Intel tersebut), berusaha mengejar ketertinggalan (dan ini sudah lagu lama…), maka Departemen Pendidikan Nasional-pun mengadopsi kurikulum dari Intel tersebut sebagai Partner dalam pembinaan keterampilan ICT bagi guru-guru dengan sertifikasi Internasional dari Intel….maka untuk menggapai caita-cita dan keinginan mulia tersebut, berbagai fasilitas di sediakan bagi guru-gru peserta “Master Teacher” Intel Education, salah satunya adalah Laptop sebagai tulang punggung dalam memperlancar tugas sehari-harinya. Program inipun disambut dengan antusias oleh hampir semua guru di tanah air, walaupun tidak semua daerah terkangkau oleh kegiatan ini, namun telah memberikan dampak yang signifikan, dan program  inipun pada tahun 2007 dianggap sebagai program training yang paling sukses yang pernah dilakukan bagi tenaga guru (salah satu pandangan dari peserta).

Tahun 2008 adalah tahun kedua program tersebut akan diselenggarakan, dengan fasilitas yang sama akan diberikan kepada seluruh peserta se Indonesia ditambah dengan fasilitas komunikasi dan akses Internet melalui Speedy selama 1 tahun. Beberapa perguruan tinggi pun ditunjuk sebagai vendor penyelenggara training di daerah-daerah dan pada tahun ini FT UNP Padang memperoleh amanah yang besar ini untuk diselenggarakan dengan seksama.

Program training pun dilaksanakan sejak September 2008 yang lalu, hingga hari ini sudah seluruh peserta yang berasal dari 7 (tujuh) kabupaten yang ditunjuk selesai mengikuti program training “Master Teacher” Intel Education, dan selama pelatihan, berhubung karena pengadaan fasilitas dilakukan secara terpusat di Jakarta, maka panitian penyelenggara menyiasati dengan menyediakan fasilitas komputer di ruang labor komputer bagi peserta yang tidak membawa laptop, sedangkan bagi peserta yang membawa laptop di sediakan ruangan khusus, dengan tata ruangan disesuaikan dengan tata aturan yang berlaku di training “Intel Education”.

Semua peserta mengikuti training dengan sangat antusias sembari berharap perlatan akan segera datang, sehingga mereka bisa dengan segera menyebarluaskan pengalaman dan keterampilan yang diperoleh sebagai Master Teacher kepada 6 orang rekannya yang lain yang menjadi Participant Teacher…. dan hingga saat ini sudah ratusan ribuan email yang masuk ke mail box saya mempertanyakan kapan kira-kira peralatan (laptop) dari Jakarta???. Namun saya tidak bisa menjawab lebih jauh, karena bagaimanapun kita di daerah (perguruan tinggi mitra) hanya di tunjuk sebagai penyelenggara kegiatan Training Intel Education-nya saja, sedangkan pengadaan kerjasama dilakukan dengan Dinas Pendidikan di tingkat Kabupaten dan pendistribusiannya dilakukan dibawah pengawasan mereka.

Ketika agenda kegiatan semakin menuju ujung tahun… ternyata…datang informasi, bawha untuk tahuan 2008 ini pengadaan laptop bagi peserta dibatalkan untuk sementara waktu…???

Akhirnya…kembali, hingga hari ini sudah ratusan email masuk mempertanyakan masalah pembatalan ini, dan sekali lagi saya menajwab, bahwa itu diluar wewenang kami sebagai penyelenggara training “Intel Education”… dan salah satu email peserta berisikan bait-bait lagu “Layu sebelum berkembang”….

“INGAT WAHAI REKAN-REKAN KU PENDIDIK, TUGAS KITA TIUDAK HANYA SAMPAI DI SINI, ORANG TUA-TUA KITA SUDAH MENGAJARKAN TIDAK ADA ROTAN AKARPUN JADI”

Jangan jadikan ketidak adaan laptop tersebut dijadikan sebagai alasan untuk tidak memanfaatkan teknologi yang ada di dalam penyelenggaraan pendidikan… peningkatan kualitas PBM adalah amanah bagi kita sebagai pendididik.

2 Tanggapan

  1. amarahku terpendam di dalam hati. jatuh menangis dalam keheningan. detak jantung bergema mengisi gundah. tak berharap dan tak meminta, tak meminta tak berjanji, tak berjanji tak berucap. karena langkah langkah guru hanya langkah dari rumah menuju sekolah, suara guru adalah suara yang di dengar hanya untuk muridnya yang di sayang. tak pernah terbawa angin untuk didengar di luar istana sekolahnya.
    benci ini hanya doa untuk RAJA yang bermaklumat di DEPDIKNAS POESAT. berpola pikir sempit, moendoer 50 tahoen lagi pendidikan kita. karena keluh kesah untuk maju terbuai oleh janji yang tertelan ludah kembali. tak pernah terpikir berapa ribu jiwa tersakiti, berapa ribu jiwa terzalimi, kasihan aku guru yang telah terbawa angin surga.

  2. “amarahku terpendam di dalam hati. jatuh menangis dalam keheningan. detak jantung bergema mengisi gundah. tak berharap dan tak meminta, tak meminta tak berjanji, tak berjanji tak berucap. karena langkah langkah guru hanya langkah dari rumah menuju sekolah, suara guru adalah suara yang di dengar hanya untuk muridnya yang di sayang. tak pernah terbawa angin untuk didengar di luar istana sekolahnya.”
    Benci ini hanya doa, untuk RAJA yang bermaklumat di DEPDIKNAS POESAT. berpola pikir sempit, moendoer 50 tahoen lagi pendidikan kita. kalau begini. karena keluh kesah untuk maju terbuai oleh janji yang tertelan ludah kembali. tak pernah terpikir berapa ribu jiwa tersakiti, berapa ribu jiwa terzalimi, kasihan aku guru yang telah terbawa angin surga.
    Kepada M Adri Yth. kami guru tak punya posisi tawar. kami guru disadari hanyalah pekerja level bawah dalam pemerintahan tak pernah ikut ambil kebijakan hanya manut dan nurut saja apa program pemerintah. sampai kurikulum yang dibuat pusat tak pernah tau apakah cocok untuk di daerah. mereke membuat mereka tak yakin apa yang diputuskan. akbatnya ujung tombaknya guru kelabakan. guru disalahkan dan dikesampingkan. malang benar nasib guru di indonesia.
    kalau benar laptop gak dapat. aku akan maklumat semua guru untuk menjadi militan aja . gak usah ikut program pemerintah apa itu tetek bengeknya. biar pendidikan jadi moendoer 50 tahun lagi. karena kita pake istilah gak ada rotan akarpun jadi maka ayo pake akar. hasilnya kalu dibuat kursi pasti gak akan jadi sebagus kursi rotan ya gak. anda mesti setuju.
    dan seluruh Master teacher se Indonesia yang udah kadung ikut pelatihan kita doakan orang yang membatalkan supaya usianya jadi pendek dan cepat meninggal. supaya jangan terlalu banyak dosanya. dosa besar bohongi guru apalagi seindonesia Raya.
    “sebuah laptop yang aku impikan ( semua peserta MT se indonesia juga sangat berharap), mudah mudahan datang keharibaan. apalah artinya uang milyaran itu untuk sebuah misi pendidikan. investasi SDM emang mahal tapi hasilnya akan lebih jauh dari apa yang ditanamkan. dan laptop itu akan membawa perubahan, sangat membawa perubahan di tiap sekolah seindonesia. karena peserta pelatihan MT tiap sekolah di kabupaten seindonesia menunggu untuk mengaplikasikannya.
    kalau gak jadi. ini juga bukti komitmen pemerintah dalam bagian untuk memundurkan pendidikan nasional. salut untuk depdiknas. salut untuk pembuat kebijakan yang bikit laptop batal. tapi ….. mendiknas tahu gak masalah ini ya.. mas M Ardi tolong sampaikan ke Menteri yang berkompeten ya…biar laptopnya jadi….
    saya udah cating sesama master teacher se indonesia mereka semua marah ,kesal , benci, ngamuk, nyumpah2. dan bakal buat tindakan solidaritas untuk guru-guru yang udah dibihongi se indonesia..untuk tau kenapa laptop BATAL….Wasalam WR. WB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: