Journey to Mentawai Paradise Land

Ketika saya berada di kota London 2 bulan yang lalu, saya sempat berkenalan dengan seorang petugas kebersihan kota London dari perusahaan Camden Recycling, dan berbincang-bincang dengan beliau…yang bernama Mark, dia adalah seorang bule muslim pertama yang saya kenal selama di London, selesai melaksanakan ibadah shalat Jumat di Moslem Center, Goodstreet London, kurang lebih 400 meter dari kampus University of London.

Mark berkisah…. negeri yang kita cintai inilah..Indonesia yang memperkenalkannya dengan dunia Islam, khususnya kehidupan muslim di Sumatera Barat. Dia pernah menetap di Bukittinggi selama 2 tahun, dan di kota inilah dia berkenalan dengan seorang wanita yang saat ini mendampinginya hidup di pinggir selatan kota London, Greenwich yang akhirnya mengubah kehidupan religi dari seorang kristiani menjadi muslim yang taat.

Selama 2 tahun di Bukittinggi, ternyata ada agenda tetap yang dilakukan Mark disetiap musim panas datang dan ombak laut menjadi tinggi, surfing di pantai Mentawai, sekitar bulan Juli – Nopember setiap tahunnya… dari pengalaman da cerita Mark, saya saudah dapat membayangkan betapa indahnya pesona alam yang dimiliki oleh Kabupaten Mentawai…. dan berniat untuk menyaksikan secara langsung keindahan surga pantai barat Sumatera Barat.

Akhirnya 17 Februari 2009, jam 21.00 adalah tanggal sejarah awal bagi saya untuk memulai perjalanan ke nirwana pantai barat tersebut, dengan menggunakan kapal Indonesia Ferry Ambu-Ambu, kurang lebih selama 10 jam berada di lautan Selat Mentawai, akhirnya tepat jam 06.50 kapal yang saya tumpangi mendarat dengan sempurna di pelabuhan Tuapejat, kepulauan Sipora Mentawai.

Perjalanan ini sesungguhnya bukan dalam rangka journey dan touring ke Mentawai, tapi dalam rangka menjalankan tugas sebagai petugas monev kegiatan Block Grant ICT dari Fakultas Teknik UNP Padang, sehingga hanya sebagian kecil waktu yang bisa saya menfaatkan untuk dapat mengabadikan realitas keindahan kota Tuapejat sebagai jantung pemerintahan Kab. Mentawai. Kegiatan monev sendiri berlangsung cukup lama dari jam 08.00 hingga 17.00 yang diawali dari kantor Dinas Pendidikan Kab. Mentawai, kemudian dilanjutkan ke SD 16, SMA Negeri 2 Tuapejat  dan kemudian kembali lagi ke kantor Dinas Pendidikan.

Selesai melaksanakan tugas, kemudian saya kembali ke kapal untuk menyimpan semua dokumen hasil monev di kamar… kebetulan saya mendapatkan bookingan kamar nahkoda, sehingga perjalanan yang dianggap menakutkan bagi sebagian warga kota Padang, ternyata sangat menyenangkan….!!, ternyata setelah rehat sejenak, jam sudah menunjukkan pukul 17.30 WIB…. saya kaget dan segera bangkit dari tempat tidur, sembari menyiapkan kamera Sony Alfa 300 yang sejak awal rencana keberangkatan sudah saya persiapkan segala aksesoriesnya.

Langkah awal saya mulai dengan mengabadikan pemandangan dari atas kapal dengan arah ke hutan payau dan dermaga Tuapejat… ternyata ini saja tidak mencukupi untuk memuaskan kainginan saya… kemudian saya cari informasi pada ABK jam berapa penumpang check in kembali, ternyata cukup lama, mulai jam 19.00.. akhirnya saya beranikan diri untuk turun dan mulai menelusuri jalan kecil yang ada di pingir pantai hingga ke ujung jalan perkampungan dusun Tuapejat….. Sungguh luar biasa…!!! Pantai kecil Tuapejat yang penuh dengan pemukiman penduduk, tidak tampak kotor seperti pantai-pantai lain di pinggir pemukiman, pasir putih yang mengambang sepanjang pantai semakin tampak indah terkena redupnya cahaya matahari senja…dihiasi dengan beberapa sampan kecil anak pulau yang sibuk memancing ikan kegemarannya, semakin mempercantik suasana sore itu… beberapa pemuda tampak lagi sibuk menggunakan mesin gergaji disel untuk menebang dan memotong sebatang pohon kelapa, diujung sana tampak dua orang gadis remaja tengah asyik bermain rumahan dari pasir…. beberapa sampan penduduk asyik mengambang di pinggir pantai, terikat kuat dengan tali tambang ke sebuah pohon kelapa… betul-betul pemandangan yang luar biasa….!!! Beberapa pantai yang termasyur menjadi objek wisata di Jawa, seperti Parangtritis-Jogjakarta, Pantai Baron-Bantul, Pantai Anyer…saya lihat tidak sesempurna suasana yang saya lihat sore ini…. dan beberapa saat kemudian langit tampak semakin merah…pertanda sunset mulai mencium lautan…..kilauan cahaya matahari bak sejuta berlian bertaburan dilautan lepas Mentawai…..!!!

Saya sempat berfikir, ini hanyalah salah satu pantai yang ada di Mentawai dan merupakan pantai pemukiman penduduk, apalagi panati-pantai lain yang ada di sisi barat pulau Sipora, Siberut dan Sikakap yang memang sudah direklamasi menjadi daerah kunjungan wisata…..!!!

Tunggu saja… satu waktu journey saya akan sampai ke sana…!!!

5 Tanggapan

  1. Assalammu’alaikum Wr Wb,
    salam kenal utk bang Adri
    Saya seorang pekerja dr perusahaan minyak nasional yg berada di Dumai sangat terkesan dgn keindahan alam P mentawai,saya berkeinginan berwisata ke P mentawai, klu ngga keberatan saya mau tana bagaimana cara pergi ke mentawai via padang…berapa lama dan naik apa kesananya ..apakah disana ada penginapan ?….n apakah disana kondisinya amankah ?? …ok bang saya rasa cukup disini dulu thanks, mohon dibalas ya bang..

  2. salam kenal
    saya ingin berlibur ke P. Mentawai pada bulan agustus bersama teman2 mahasiswa..saya ingin tahu apakah di mentawai ada penginapan yang murah dan sesuai dgn kantong mahasiswa? soalnya setiap saya googling di internet, harga yang keluar berkisar $100 ke atas semua selain itu kalo bisa, saya ingin tahu berapa biaya yang dikeluarkan oleh bang Adri untuk ke mentawai, hanya sebagai patokan apakah kami dan tmn2 mampu juga kesana apa tidak….terima kasih dan mohon bantuannya..

  3. selamat malam
    perkenalkan nama saya sulistiono dari Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Jawa Tengah
    saya mau pergi ke Enggano dan Mentawai tetapi belum tahu jadwal penyeberangan kapal ke kedua pulau tersebut. saya minta tolong dibantu untuk jadwal penyeberangan dan kira2 berapa tarifnya. terima kasih.
    kalau boleh tahu no ponsel tolong hubungi saya ke 081804806889

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: